Waspada, Peredaran Narkoba Di Karawang Semakin Masif


Masyarakat  Kabupaten Karawang harus waspada terhadap peredaran berbagai jenis  narkoba yang sudah masif  sejumlah wilayah  apalagi terhadap warga yang   rentan terhadap penyakit sosial masyarakat sehingga menyuburkan  peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Terutama terhadap  masyarakat yang heterogen dan bergaya hidup metropolitan. Sehingga diharapkan semua pihak bersinergi untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut.

Hal itu dikemukakan Kepala BKPSDM Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., MP.,  saat membacakan sambutan  Plh. Bupati Karawang, Drs. H.  Acep Jamhuri M.Si dalam acara Konsolidisasi Kota Tanggap Ancaman Pada Sektor Kelembagaan bertajuk "Kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lingkungan Pemerintahan Tahun 2021" yang berlangsung di Hotel Swiss Bellin Karawang, Kamis (18/02/2021).

Menurut Aang  peredaran barang haram tersebut di masyarakat menggunakan berbagai modus baru. Karena itu seluruh lapisan masyarakat agar turut membantu Badan Nasional Narkotika (BNN) untuk memberantas peredaran gelap narkotika tersebut.

"Bantuan bisa dalam bentuk informasi yang aktual, faktual dan akurat apabila menemukan adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tengah-tengah masyarakat karena penanganan masalah narkoba ini tanggung jawab bersama dan harus terintegrasi, baik pemerintah daerah, BNN, penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat dan institusi terkait lainnya." ujarnya 

Dikatakan  peredaran narkoba rentan masuk melalui lingkungan masyarakat, kampus, sekolah, kelompok generasi muda harus mendapat perhatian khusus karena bisa menjadi tempat-tempat peredaran narkoba," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, pernyataan senada juga dikemukakan Kepala BNNK Karawang, Dea Rinofha SH, MH agar pemberantasan narkoba harus dilakukan secara sinergis. "Pendistribusiannya kini 80% melalui jalur laut. Karena itu, kawasan perairan di Karawang harus diwaspadai dan dijaga ketat oleh seluruh pihak," ungkap Dea.

Kegiatan konsolidasi mengikuti prekes yang ketat yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, BNNK Karawang dengan peserta perwakilan dari sejumlah OPD, TNI, Polri,  dan instansi terkait lainnya. (Teguh)