Diduga Salah Pilih Kontraktor, Proyek Pembangunan Laboratorium Bersama Unsika Mangkrak


Hingga saat ini pengerjaan pembangunan Gedung Laboratorium bersama Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) II yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura, Karawang belum juga nampak. Padahal proyek tersebut telah dikontraktualkan.

Hasil pantauan Nasionalita, Selasa (06/04/2021), tidak terlihat aktivitas kesibukan pengerjaan di lokasi. Matrial bangunan pun, hanya terlihat besi - besi saja yang bertumpuk diareal proyek.  

Hal ini tentu memicu pertanyaan banyak pihak dan memunculkan banyak praduga. Dimana santer kabar terdengar belum dilakukannya pekerjaan karena kontraktor swasta asal Bandung sebagai pemenang tender tersebut diduga tidak punya modal. 

Sebagaimana dikatakan Pengamat Politik, Sosial dan Pemerintahan Kabupaten Karawang, Alex Safri Winando, SH.,MH., seharusnya yang namanya proyek pembangunan jika sudah ditandatangani kontrak dan dilakukan seremonial peletakan batu pertama oleh Kepala Daerah segera dikerjakan."Namun ini justru aneh, sampai hari ini proyek gedung Unsika II ini justru diduga belum juga ada pembangunan,"Ungkapnya pada Nasionalita.

"Ini tentu menimbulkan tanda tanya, apalagi pembangunan gedung Sains Lab ini menggunakan anggaran dari pemerintah, yang tentunya amanah besar ini harus dilaksanakan dengan baik," Ada apa ini?,"ujar Alex. 

Lanjut Alex, ia mempertanyakan integritas dan kinerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unsika yang menyatakan kontraktor ini layak memenangkan tender proyek tersebut. Jika mandegnya pekerjaan gedung tersebut karena kontraktor diduga tidak punya modal, benar adanya. 

Bahkan Alex menyayangkan mengapa PPK memilih kontraktor yang diduga tidak punya modal."Jika dugaan ini benar, sungguh sangat disayangkan," ulasnya. 

" Ada apa dengan kontraktor ? Ada apa dengan PPK -nya ? Kapan akan di bangunnya ? Kapan selesainya ? Sedangkan waktu terus berjalan," tegasnya penuh tanda tanya. 

Sementara ketua PPK Jaja Muhammad  Zakari, saat dikonformasi via whatapps dirinya menjawab sedang berada diluar kota.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada salah satu media online Jaja Muhammad Zakaria, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unsika, membantah kabar jika PT Anugerah Bangun Kencana (ABK) yang merupakan pemenang lelang  proyek pembangunan Gedung Unsika II, berlantai 4 dengan luas 2500 meter/ lantai adalah perusahan yang telah diblacklist atau masuk dalam daftar hitam tender Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). 

Meski ia membenarkan ABK pernah diblacklist, namun menurutnya, ABK yang memenangkan lelang dengan nilai penawaran Rp. 76,5 miliar dari nilai pagu proyek sebesar Rp. 95,7 miliar itu, sudah melampirkan pernyataan bahwa sudah tidak lagi di blacklist. 

Bahkan pihaknya pun sudah mengkonfirmasikan hal tersebut ke Pemerintah Kota Bandung , dan tidak ada blacklist ABK di tahun 2020. (Teguh)