11 Narapidana Lapas Karawang Dapat Remisi Bebas


Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  LAPAS Kelas II A Karawang diberikan remisi khusus Idul Fitri 1442 Hijriah. 11 orang diantaranya dibebaskan dari tahanan.

Pemberian Remisi diselenggarakan di Masjid Nurul Iman Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Karawang. Kamis, (13/05/2021).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Wilayah Jawa Barat Taufiq Nurahman, Remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam ketentuan perundang-undangan.

"Yang jelas semua warga binaan pemasyarakatan yang mendapatkan remisi adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan baik itu administrasi maupun substansi" ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Karawang Lenggono menjelaskan ada dua kategori Remisi Khusus diantaranya, Remisi Khusus 1 (RK-1) pemberian remisi namun WBP masih mempunyai masa pidana. Sedangkan, Remisi Khusus 2 (RK-2) pemberian remisi kepada WBP langsung dibebaskan dari masa pidana.

Lebih lanjut ia menyampaikan, besaran remisi masa pidana yang diberikan kepada WBP meliputi 15 Hari, 1 Bulan, 1 Bulan 15 Hari, dan 2 bulan.

"RK-1 sebanyak 531 dengan WBP yang masih menjalani masa pidana, dengan rincian 59 WBP mendapatkan remisi 15 Hari, 365 WBP yang diberikan remisi 1 Bulan, 1 Bulan 15 Hari ada 82 WBP, dan terakhir pemberian remisi besaran 2 Bulan sebanyak 25 WBP" jelasnya

Sambungnya, WBP yang mendapatkan RK-2 yang langsung dibebaskan dari masa pidana ada sebanyak 11 orang di Lapas Kelas II A Karawang.

Salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan LAPAS Kelas II A Karawang Neiysa yang mendapatkan RK-1 mengaku senang mendapatkan Remisi Pidana 15 Hari.

"Ini remisi khusus saya dapatkan yang pertama kali nya. Ya kami sebagai warga binaan, merasa sangat senang mendapatkan remisi" kata Neiysa.

Selain itu, seorang WBP yang mendapatkan RK-2 kategori dibebaskan dari masa pidana Yoga mengaku dirinya terdakwa kasus penganiayaan dengan hukuman 1,6 tahun.

"Bahagia bisa berkumpul lagi sama keluarga, dan saya berharap kejadian-kejadian yang terjadi tidak dapat terulang lagi, bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi" ungkap Yoga. (Teguh)