Depresi, Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri


Masih ingat dengan cerita seorang kakek berinisial ES (65) yang berniat melakukan percobaan bunuh diri dengan menaiki sebuah pohon kelapa setinggi 12 meter dan membawa senjata tajam (sajam), namun upayanya itu berhasil digagalkan oleh Kapolsek Pangkalan, AKP Abdul Wahab Syahroni pada Sabtu (10/04/2021) dua pekan yang lalu?

Aksi percobaan bunuh dirinya yang pertama berhasil digagalkan kendati harus berjam-jam lamanya proses mediasi untuk menurunkan si kakek itu cukup alot. Kini, upaya ke-2 sang Kakek ES untuk mengakhiri hidupnya, tidak melakukan hal yang sama seperti aksi pertamanya itu. Aksi ke duanya ini, terbilang kembali menghebohkan warga di Kampung Sirnasari Desa Ciptasari Kecamatan Pangkalan, Karawang. Sebab, pada aksi ke dua untuk mengakhiri hidupnya ini, Kakek ES mengambil jalan pintas berbeda dengan cara gantung diri di rumahnya yang beralamat di Kampung Sirnasari, Rt 008 Rw 002, Desa Ciptasari Kecamatan Pangkalan, Karawang.

“Satu jam sebelum ditemukan tewas, tepat pada sekitar Pukul 05.30WIB, Jumat (30/04/2021), korban sempat meminta maaf kepada keluarganya di rumah keponakannya itu,” ungkap Kapolsek Pangkalan, AKP Abdul Wahab Syahroni saat dihubungi melalui sambungan telepon selularnya, Jumat (30/04/2021).

Kemudian satu jam setelahnya, atau sekira Pukul 06.30WIB di hari yang sama, kata Wahab, saksi 1 bernama saudara Salam mendatangi rumah Kakek ES hingga memanggilnya sebanyak 3 kali.

“Tidak ada yang nyaut dari dalam rumah korban, saksi yang masih saudaranya korban ini bergegas mendobrak pintu rumah korban. Dan mendapati korban sudah tewas tidak bernyawa dengan keadaan tergantung di kusen pintu kamar,” jelasnya.

Usut punya usut, Kakek ES yang sempat viral dalam upaya percobaan bunuh dirinya yang pertama gagal, Wahab menduga Kakek tersebut mengalami depresi dengan permasalahan keluarganya sehingga mencoba upaya bunuh diri. 

“Dari keterangan para tetangga dan keluarganya, korban mempunyai permasalahan keluarga dan faktor ekonomi,” pungkasnya.

Sebelumnya, korban yang pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menaiki pohon kelapa, namun saat itu dapat di gagalkan dan di evakuasi dengan cara di semprot oleh petugas Damkar dan di turunkan paksa. Saat ini, keluarga korban menerima atas meninggalnya korban karena musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi sehingga jenazah langsung di makamkan. (Teguh)