Prihatin, Nelayan Bukan Lagi Cari Ikan Tapi Cari Oil Spill


Ketua Komisi III DPRD Karawang, H. Endang Sodikin merasa prihatin keterkaitan kerjasama antara pihak PHE ONWJ dengan para nelayan dalam melakukan pembersihan kebocoran pipa spill oil.

“Kami tidak menutup kerjasama nelayan kami untuk membantu pihak PHE ONWJ untuk membersihkan spill oil di setiap desa yang ada di 9 kecamatan, yang terpenting APD diperhatikan, dan personil ditambahkan lagi untuk percepatan penanganan,” kata H. Endang, Sabtu (01/05/2021) diruangan kerjanya.

H. Endang Sodikin merasa khawatir jika dalam melakukan pembersihan kebocoran dari pipa spill oil ini tidak dilakukan secara sporadis ditakutkan akan menyebar ke semua kecamatan atau bahkan ke kabupaten/kota lainnya. Bahkan ia meminta pihak PHE ONWJ agar terus menambah personil, meremajakan kembali pipa spill oil milik PHE ONWJ.

“Seharusnya mempunyai alat deteksi dan alat rehabilitasi yang memadai terhadap dampak dari kebocoran pipa spill oil dengan cara cepat,” ujarnya.

Sambung H. Endang SodikinKader Partai Gerindra ini memandang perusahaan seperti PHE ONWJ milik negara harus nya lebih profesional bukan malah sebaliknya. Sehinga fenomena yang terjadi dalam pembersihan kebocoran pipa spill oil milik PHE ONWJ masih dengan cara-cara manual.

“Jadi petani itu sekarang digiring untuk mencari spill oil bukan ikan. Gak apa-apa masyarakat diberdayakan, asalkan dengan memperhatikan tata-cara dan mekanisme yang benar dalam menangani B3, karena spill oil ini termasuk B3,” pungkasnya.

Ketika disinggung bagaiman sikap Pemkab Karawang, H. Endang Sodikin dengan tegas pemkab harus serius, terus melakukan konsolidasi, koordinasi dengan pertamina agar penyelesain persoalan ceceran minyak pertamina serta dampaknya. "Mendorong pertamina untuk melakukan peremajaan pipa yang sudah tua karena pipa pertamina yang ada di Karawang sudah berusia 50 tahun lebih bahkan pipa tertua di Indonesia."tutup HES. (Teguh)