Gagal Kaji Amdal dan Atasi Banjir, Warga Unjuk Rasa Ke DLHK Karawang


Forum masyarakat embung digusur dan mahasiswa yang tergabung diteater lumbung terdampak normalisasi kalikalapa Desa Wadas Telukjambe Timur berunjuk rasa didepan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Selasa (08/06/2021) siang. Mereka menganggap DLHK gagal menyelamatkan lingkungan di Karawang.

Koordinator Aksi Aldi dalam orasinya, mengungkapkan DLHK gagal dalam mengkaji amdal dalam pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu kasus bahwa warga yang berada dibantaran kalikalapa penyebab banjir, padahal yang terjadi karena kekacauan di hulunya (Kawasan industri) merupakan penyebab banjir selama ini.

"Kami bersama warga forum embung digusur dan teater lumbung menyatakan DHLK gagal mengkaji Amdal"ucapnya tegas.

Sementara Maryadi, mempertanyakan kinerja DLHK dalam menertibkan perizinan-perizinan yang berdampak pada kerusakan ekosistem, sehingga saat penghujan maka banjir dimana-mana. Sehingga masyarakat kecil yang mendiami bantaran kalikalapa terkena imbasnya yaitu banjir. 

"Kita harus tahu ada beberapa resapan air dikawasan industri kiic itu di urug untuk kepentingan pembangunan industi baru dan perumahan komersil, jadi itu pasti berdampak. Oleh karena itu bagaimana kajian-kajian selama ini, tentang tata ruangnya, ekosistem lingkungan dan manusia yang hidup berkembang maka semua itu dipertanyakan. Maka dari itu DLHK kita anggap gagal dan pertanggungjawabanya. Jangan cuma rakyat yang dikekang atau disalahkan tapi pemangku kebijakan (DLHK) ingin cuci tangan dari semerawutnya kebijakan yang dibuat." ungkapnya.

Lanjut maryadi, banjir selama ini yang terjadi salah kelola karena ada kebijakan yang tidak merakyat dan hanya dipaksakan untuk kepentingan kapital besar, yang dikorbankan rakyat kecil. "Sekali lagi kami mengecam tindakan semena-mena atas pemkab karawang yang tidak mementingkan kepentingan rakyat kecil."tegasnya. (Teguh)