Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pemilik Rumah Makan Dikarawang,Digelar Di Lokasi Rumah Korban.

Untuk melengkapi pemeriksaan dan penyidikan terkait pembunuhan terhadap Khairul Amin (54) yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu.

Polres Karawang gelar rekonstruksi dilokasi tempat kejadian perkara sebanyak 18 adegan yang dilakukan oleh para tersangka dan saksi yang berada dilokasi saat korban ditemukan bersimbah darah.(18/11/2021).

Dalam Rekonstruksi tersebut,Wakapolres Karawang KOMPOL Ahmad Faisal pasaribu didampingi Kabag OPS KOMPOL Endar Supriatna,Kasat Sabhara AKP Hasanudin,Kasat Reskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana,Kanit Jatanras IPDA Kadek Diva Firman beserta jajaran Satreskrim dan Unit Sabhara polres Karawang saat gelar rekonstruksi mengatakan,Kegiatan rekonstruksi terkait kasus pembunuhan seorang Korban bernama Khoirul Amin (54) ini digelar guna melengkapi dan kesesuaian alat bukti sesuai keterangan dari para pelaku dan saksi yang sebelumnya dimintai keterangan.

Proses rekonstruksi yang di gelar mulai dari perencanaan hingga ditemukannya korban di lokasi kejadian sampai penyerahan sisa uang oleh istri korban kepada dua orang tersangka di sebuah restoran di Karawang kota.

Dalam kasus pembunuhan berencana tersebut,polisi mengungkap kalau pembunuhan bos rumah makan tersebut didalangi oleh istrinya sendiri berinisial NW.Dan dari hasil penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Karawang,istri korban (Tersangka utama) membayar sekelompok 'pembunuh bayaran' sebesar Rp 30 juta untuk menghabisi nyawa suaminya.

Ke enam tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut, masing-masing berinisial AM alias Otong, HS,BH alias Bucek,R alias Aji,MH alias Lana,As alias Moni, dan tersangka A alias Bodong . Para pelaku ditangkap setelah dilakukan penyelidikan dan para tersangka tersebut ditangkap di waktu dan lokasi yang berbeda.

Sebenarnya semua pelaku berjumlah delapan orang. Namun, baru enam pelaku yang sudah ditangkap berikut barang bukti berupa sejumlah senjata tajam, sejumlah handphone, surat pernyataan kerja, dan lain-lain.

Hingga kini,Dua tersangka kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).tutup Kompol Ahmad Faisal Pasaribu.(Jos)