Pembatasan Usia 65 Tahun Bagi Calon Jamaah Masalah Baru Untuk Penyelenggara Haji dan Umroh


Kebijakan pembatasan usia 65 tahun bagi calon jemaah haji yang diberlakukan atas ketentuan yang diterapkan pemerintah Arab Saudi dikaji ulang. Pasalnya, jemaah haji Indonesia didominasi calon yang berusia di atas 65 tahun sehingga  menjadi permasalahan baru bagi penyelenggara Haji dan Umroh

"Memang aturan yang dibuat pemerintah Saudi ini ada maksudnya. Tapi kami berharap ada kemurahan dari pemerintah untuk memberikan dispensasi bagi calon jamaah yang usianya 65 tahun,"kata Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Wawan Suhada, saat Munas I di Karawang, Selasa (19/4)

Pengusaha travel umrah dan haji berharap ada solusi terkait kendala syarat usia naik haji yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Pihaknya meminta pemerintah RI bisa melobi Arab Saudi agar meningkatkan batas usia maksimal pemberangkatan haji.

“Karena majority usia jemaah haji di Indonesia khususnya yang reguler lebih banyak berusia di atas 65 tahun,”ujarnya

Wawan mengungkapkan, tahun 2022, pemerintah Kerajaan Arab Saudi menetapkan kuota calon haji sebanyak satu juta orang yang akan dibagi per negara. Diharapkan masyarakat Indonesia atau calon haji yang belum dapat berangkat karena aturan usia dapat memahami mengingat aturan dibuat oleh pemerintah Arab Saudi.

“Semoga pemerintah Indonesia dapat melobi pemerintah Saudi agar usia 65 tahunnya setidaknya untuk meningkatkan batas maksimal usia keberangkatan haji,” katanya

Bersathu, kata dia, telah berkoordinasi soal isu tersebut dengan Kemenag untuk mencari solusi terkait kepastian berapa jumlah kuota yang diterima. Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah harus cepat menetapkan kuota haji nasional agar tidak membuat penyelenggara kebingungan.

“Dari ketentuan jumlah kuota itu kami akan menyesuaikan berapa jumlahnya. Dengan penetapan kuota tersebut pelaksanaan haji akan semakin jelas,”ujarnya. (Yan)