Pernyataan Ketua APINDO Karawang Dinilai Lakukan Kebohongan Publik


Paguyuban Sundawani Karawang menganggap jika pernyataan Ketua Apindo Karawang, Abdul Sukur merupakan kebohongan publik. Dalam forum diskusi di salah satu Perguruan Tinggi yang Abdul Sukur menyatakan, bahwa banyak perusahaan hengkang dari Karawang akibat tingginya upah buruh.

Ketua Paguyuban Sundawani Karawang, HM Ranzes menegaskan, jika melihat kenyataan di lapangan, maka yang dilakukan Ketua Apindo Karawang terindikasi mengelabui atau melakukan kebohongan publik.

“Kami tahu, memang ada beberapa perusahaan yang mengalihkan investasinya dari Karawang. Namun fakta lain memperlihatkan dengan jelas bahwa banyak perusahaan dan kawasan industri baru yang masuk dan beroperasi di Karawang,” tutur HM Ranzes, melalui rilisnya, Selasa (21/6).

Disampaikannya, Ketua Apindo Karawang tidak boleh menganggap bahwa warga Karawang itu bodoh dan buta informasi, sehingga ia menciptakan kecemasan dengan mempersoalan upah buruh.

Menurutnya, ketidakpercayaan terhadap data yang disajikan Ketua Apindo Karawang diperkuat juga dengan bantahan dari banyak pihak, termasuk dari Pemkab Karawang dalam hal ini Kadisperindag yang menjelaskan, bahwa secara nasional Karawang berada di urutan kedua sebagai daerah investasi.

“Saya kira warga Karawang, terutama kaum buruh tidak boleh berdiam diri. Mereka wajib meminta pertanggungjawaban dari Abdul Syukur tentang motif dia menyampaikan data secara serampangan dan ceroboh. Sebab jika statemen Abdul Syukur ditelan mentah-mentah oleh stakeholder lainnya, maka bisa menjadi preseden buruk yang justru akan mengganggu iklim investasi di Karawang,” katanya.

Dampak lainnya, sambung HM Ranzes, para investor akan berpikir beribu kali untuk menanamkan modal dan membuka usaha di Karawang. Padahal angka UMK tersebut sudah melalui kajian dan pembahasan di dewan Pengupahan, dimana Abdul Suykur (APINDO) justru menjadi bagian tak terpisahkan didalam forum tersebut.

“Pernyataan Ketua Apindo Karawang ini terkesan ngaco. Dia yang menjadi bagian dari penentuan nilai UMK Karawang, tetapi dia juga yang menyatakan bahwa perusahaan di Karawang banyak yang hengkang karena faktor UMK. Saya yang selama ini menjadi bagian masyarakat Karawang merasa lucu dengan pernyataan Ketua Apindo Karawang tersebut,” tandasnya. (rls/ded)