Polres Karawang Tetapkan Dua orang Tersangka Koordinator Konvoi Organisasi Khilafah Muslimin.

Viralnya organisasi Khilafah Muslimin, Polres Karawang melakukan penyidikan hingga tetapkan dua tersangka terhadap ketua dan koordinator organisasivtersebut.(10/6/2022)

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono Menjelaskan,bahwa pada tanggal 29 Mei 2022 di wilayah hukum Polres Karawang dimulai dari Cikampek kemudian Wadas,jalan syekh Quro kemudian kembali lagi ke Cikampek terdapat sekelompok orang yang mengatas namakan organisasi khilafah muslimin melakukan konvoi sekitar 103 orang dengan membawa spanduk dan pamflet.

Adanya konvoi tersebut beberapa masyarakat umum merasa resah terkait konvoi tersebut, Polres Karawang melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa beberapa saksi.

Diketahui pada tanggal 29 Mei 2022 di wilayah hukum Polres Karawang dimulai dari Cikampek kemudian ke Wadas jalan syekh Quro kemudian kembali lagi ke Cikampek terdapat sekelompok orang yang mengatas namakan organisasi khilafah muslimin melakukan konvoi sejumlah lebih kurang 103 orang dengan membawa spanduk dan pamflet dari Kejadian tersebut beberapa masyarakat atau masyarakat pada umumnya ini merasa resah terkait konvoi dimaksud sehingga kami Polres Karawang melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa beberapa saksi.

Kami juga memeriksa dari Masyarakat serta beberapa saksi ahli pertama saksi ahli pidana kemudian ahli bahasa ahli sosiolog serta ahli kominfo.

Dengan adanya kerja sama bersama Stakeholder, pada 8 Juni 2022 kami Polres Karawang melakukan penggeledahan di  rumah yang dijadikan sekretariat khilafah muslimin wilayah purwasuka yang tepatnya di kota baru Polres Karawang juga menyita beberapa barang bukti berupa Anak panah kemudian pamflet, buku-buku dan  sejumlah uang yang ada kaitannya dengan dugaan pelanggaran pidana.

Polres Karawang menetapkan Dua tersangka Inisial HM (60) dan EO yang perannya sebagai pimpinan khilafatul muslimin wilayah Purwakarta sebagai pimpinan wilayah Karawang yang pada kejadian merupakan koordinator.

Kedua tersangka dijerat dengan pasa682 ayat (2) Jo pasal 59 ayat (4) UU 16 Tahun 2017 tentang penetapan Perpu nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17 tahun 1013 tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU dengan ancaman pidana 5 hingga 20 tahun.

Dugaan pelanggaran pasal 107 ayat 1 tentang makar.Pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana.(Josh)